Meraih Shalat yang Khusyu

Bagaimana kita bisa meraih shalat yang khusyu? Terlebih dengan segala hingar bingar kesibukan kita yang tidak jarang melalaikan kita dari shalat. Shalat yang dikerjakan sebatas penguguran kewajiban semata dan tidak meninggalkan bekas yang mendalam. Tidakkah mendambakan shalat yang penuh dengan perasaan sangat dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga kita bisa merasakan bahwa segala amal ibadah kita, dzikir dan doa yang digulirkan, hidup kita dan apapun yang kita lakukan lurus diniatkan hanya demi Allah dan berharap semua itu diterima Allah sebagai penghambaan kita kepadaNya.

  1. Niatkan di dalam hati
    Dalam melakukan ibadah shalat, seharusnya bukan hanya anggota tubuh kita yang mengikuti gerakan demi gerakan shalat. Ini yang seringkali terjadi sehingga seseorang tidak meraih shalat yang khusyuk. Namun, perlu untuk kita mengikutkan hati kita dalam setiap shalat, dalam setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, menjadikan hati kita ikut melaksanakan shalat bersama seluruh anggota tubuh kita. Jauhkan tujuan sholat kita selain untuk mendapatkan ridho dari Alloh SWT seperti untuk pamer / riya, ingin dilihat atasan, ingin dilihat pacar, ingin dianggap orang sebagai orang alim, sekedar ikut-ikutan orang lain, dan lain sebagainya.
  2. Memahami Arti Shalat
    Dalam setiap gerakan dalam shalat itu tidak lepas dari bacaannya, mulai dari lafadz takbiratul ihram hingga mengucapkan salam setelah tahiyyatul akhir di penuhi dengan bacaan-bacaan suci yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an hingga do’a – do’a dalam shalat itu sendiri. Salah satu penyebab seseorang menjadi sulit mendapatkan shalat yang khusyuk adalah tidak tahu apa arti dan makna lafadz yang di bacanya dalam shalat yang akhirnya membuat shalatnya berjalan begitu saja tanpa bisa dia hayati.Pelajari dan memahami satu per satu bacaan shalat kita. Dan mencoba untuk terus menghayatinya dalam setiap shalat yang kita lakukan.Pelajarilah arti dan makna di balik ucapan-ucapan kita saat sedang sholat, lalu pahami dan hapalkan. Munculkan arti dan makna bacaan sholat kita saat kita sedang sholat.
  3. Fokus
    Pandangan saat melakukan shalat itu ditujukan di tempat kita sujud, tidak melirik apalagi menengok kiri dan kanan agar fokus dalam shalat kita. Kosongkan  pikiran dari berbagai hal duniawi, serahkan diri anda sepenuhnya hanya kepada Allah untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.Apabila merasan ada sesuatu yang mengganggu kefokusan dalam sholat maka berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, sebagaimana hal tersebut diperintahkan oleh Rasulullah. Karena tidak diragukan lagi bahwa setan akan terus berusaha merusak semua ibadah, terutama sholat yang merupakan ibadah paling afdhol setelah dua kalimat syahadat. Setan datang membisikkan kepada orang yang sedang sholat, “Ingatlah ini dan ingatlah itu”. Setan pun berusaha menggoda orang yang sedang sholat agar mengkhayalkan perkara-perkara yang tidak ada gunanya dan/atau perasaan was-was, yang terkadang akan hilang setelah shalat selesai.
  4. Menyadari Bahwa Kita Sedang Menghadap Allah
    Kondisikan pikiran dan perasaan kita di mana kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa, yang melebihi orang-orang yang kita segani, yang tiada bandingannya dengan apapun.
  5. Menganggap Sholat Yang Sedang Dilakukan adalah Sholat Terakhir
    Tiada yang mengatahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang termasuk hari kematian. Anggap saja kita akan meninggal dunia saat atau segera setelah sholat berakhir, maka kita akan menjalankan shalat dengan sebaik-baiknyas ebagai cara terakhir untuk bertobat dan sebagai bekal menuju akhirat.
  6. Memperhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Sholat
    Pastikan bahwa kita sudah merasa nyaman dan siap untuk melaksanakan ibadah sholat kita dengan baik.
  7. Memperhatikan Kondisi Lingkungan Sebelum Sholat
    Usahakan cari tempat sholat yang baik dari aspek kebersihan, kenyamanan, kebisingan, gangguan orang lain, gangguan anak-anak, keamanan dan lain-lain.
  8. Sholat Tepat Waktu dan Tidak Terburu-Buru
    Agar kita bisa sholat dengan khusyuk kita harus solat pada waktu yang paling utama, yaitu sholat tepat waktu di awal waktunya. Untuk laki-laki sholat berjamaah di masjid atau mushola setelah panggilan adzan dan komat, sedangkan untuk yang perempuan boleh dilaksanakan di rumah. Sholatlah dengan santai dengan menikmati setiap detiknya menghadap langsung kepada sang khalik walaupun sebenarnya anda sedang diburu waktu.
  9. Berusaha Untuk Selalu Memperbaiki Sholat Kita
    Muslim yang baik akan terpacu terus-menerus melakukan perbaikan ibadah maupun hal-hal yang lain untuk menyempurnakan dirinya sesuai dengan Al-Qur’an dan tuntunan hadist Nabi Muhammad SAW. Amatlah rugi apabila kita melakukan ibadah belum sesuai dengan kaidah yang ada serta tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar memperbaiki diri.

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan insya Allah kita akan selalu mendapatkan shalat yang khusyuk. Aamiin.

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] orang. Kalau pun ia mengerjakan ibadah, namun mengerjakannya tanpa keikhlasan, kekusyu’an (Meraih Shalat yang Khusyu) dan pengharapan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal itu tidak lain karena merasuknya kotoran […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *