Manfaat gerakan shalat untuk kesehatan tubuh (Bagian 1)

Shalat bagi kita sebagai orang Islam tidaklah asing. Sebab shalat bagi kita diwajibkan sehari semalam untuk melakukannya sebanyak 5 kali yaitu shalat Isya, shubuh, luhur, ashar dan maghrib. Hal itu juga merupakan sebuah akronim dari kata ISLAM. Perintah shalat merupakan oleh-oleh Nabi Muhammad setelah melaksanakan perjalanan Isra Miraj. Pada awalnya umat Nabi Muhammad diperintahkan untuk melaksanakan shalat sehari semalam 50 kali. Setelah Nabi Muhammad meminta keringanan, akhirnya diputuskan menjadi 5 kali sehari semalam. Kita sebagai hamba Allah sudah semestinya perintah shalat itu tidaklah menjadi beban untuk kita. Namun hal itu seharusnya menjadi kebutuhan sebagai eksistensi hamba dalam bersyukur kepadaNya. Shalat juga merupakan media komunikasi hamba dengan sang pencipa.

Pengertian/Definisi/Ta’rif Shalat

Shalat secara bahasa/lughoh/etimologi adalah doa sedangkan secara istilah/syari’ah/ terminologi adalah suatu pekerjaan yang dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri dengan salam.

Menurut Hasbi Asy-syidiqi : secara hakiki shalat ialah berhadapan hati, jiwa dan raga kepada Allah, secara yang mendatangkan rasa takut kepadaNya atau mendhahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan perbuatan.

Menurut Imam Basyahri Assayuthi : shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shalat adalah suatu pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah terhadap hambanya yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Syarat Shalat

  1. Beragama islam.
  2. Sudah baligh dan berakal.
  3. Suci dari hadats baik hadats kecil maupun besar.
  4. Suci seluruh anggota badan pakaian dan tempat.
  5. Menutup aurat.
  6. Masuk waktu yang telah ditentukan.
  7. Menghadap kiblat.
  8. Mengetahui mana rukun wajib dan sunah.

Rukun Shalat

  1. Rukun shalat adalah setiap bagian shalat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau karena lupa maka shalatnya batal (tidak syah).
  2. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak mampu duduk maka dengan berbaring secara miring atau telentang.
  3. Takbiratul Ihram ketika memulai shalat.
  4. Membaca Al Fatihah.
  5. I’tidal.
  6. Bangun dari sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Tuma’ninah dalam setiap rukun
  9. Tasyahud Akhir.
  10. Duduk Tasyahud Akhir.
  11. Shalawat atas Nabi pada Tasyahud Akhir.
  12. Tertib pada setiap rukun.

Yang Membatalkan Shalat

  1. Terkena Najis yang tidak dimaafkan.
  2. Berkata-kata dengan sengaja diluar bacaan shalat.
  3. Terbuka auratnya.
  4. Mengubah niat misalnya ingin memutuskan shalat (niat berhenti shalat) atau menggantungkan niat shalat contoh kalau ada orang datang barangkali mau mengambil sandal saya maka nanti saya akan berhenti.
  5. Makan atau /minum walau sedikit.
  6. Bergerak tiga kali berturut-turut, di luar gerakan shalat.
  7. Membelakangi kiblat.
  8. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti menambah rukuk, sujud atau lainnya dengan sengaja.
  9. Tertawa terbahak-bahak
  10. Mendahului Imam dua rukun.
  11. Murtad atau keluar dari Islam.

Dalil Shalat

  1. Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Alquran maupun dalam Hadits nabi Muhammad SAW.
  2. Dalil Ayat-ayat Alquran yang mewajibkan shalat antara lain yang artinya berbunyi :

    “Dan dirikanlah Shalat, dan keluarkanlah Zakat, dan ruku’lah bersama-sama orang yang ruku” (QS.Al Baqarah : 43)

    “Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan yang jahat dan mungkar” (QS. Al-Ankabut : 45)

  1. Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan dalam hati dan jiwa kita sebagai orang Islam dan anak-anak kita dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW :

“Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukulah (kalau mereka enggan melasanakan shalat) di waktu usia mereka meningkat sepuluh tahun”. (HR.Abu Dawud).

Perlu kami sampaikan bahwa gerakan–gerakan shalat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sisi medis, shalat adalah gudangnya obat dari berbagai macam penyakit. Sehingga pantas kalau ada orang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Dengan demikian apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah gerakan shalat dari awal hingga akhir. Dalam bahasa orang awam pati-patiya di perintah oleh Allah SWT, shalat pasti ada manfaatnya.

Oleh: Hadi Mulyanto, A.Ma., S.Pd.I., M.Pd.I
www.dakwatuna.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *