Jadilah orang yang berilmu

Rasulullah Saw bersabda ;

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ (رواه بيهقى)

Qoolan Nabiyu Shalallaahu ‘alaihi wasallam. Kun ‘aliman, au muta’alliman, au mustami’an, au muhibban. Walam takun khoomisan, fatahlik.

“Nabi SAW bersabda ;
1. Jadilah engkau orang berilmu, atau
2. Orang yang menuntut ilmu, atau
3. Orang yang mau mendengarkan ilmu, atau
4. Orang yang menyukai ilmu. dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).

Rasul SAW memerintahkan umatnya menjadi ‘Alim (orang berilmu, guru, pengajar, ustad, kyai). Jika belum sanggup, jadilah Muta’allimaan (orang yang menuntut ilmu, murid, pelajar, santri) atau menjadi pendengar yang baik (Mustami’an), paling tidak menjadi Muhibban pecinta ilmu, simpatisan pengajian, donatur yayasan, lembaga dakwah dan pendidikan dengan harta, tenaga, atau pikiran, atau mendukung majelis-majelis ilmu.

Rasul SAW menegaskan, jangan jadi orang yang kelima (Khoomisan), yaitu tidak jadi guru, murid, pendengar, juga tidak menjadi pecinta ilmu. Celakalah golongan kelima ini. “Fatahlik!” tegas beliau SAW.

Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, hidayah, dan petunjukNya pada kita semua. Aamiin

Orang baik banyak teman, Penyeru kebaikan banyak musuh, benarkah?

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (seorang imam, ahli fiqih dan zuhud) pernah ditanya,

“Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?”

Beliau menjawab

Orang baik melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan penyeru kebaikan mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain, dan kemudian melanjutkan Orang baik dicintai manusia, penyeru kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya,

“Kenapa demikian?”

Beliau menjawab –

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang yang sangat baik.

Namun ketika Allah SWT mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dan lain-lain.

Ibnu Qudamah kemudian menambahkan:
Karena Penyeru Kebaikan akan menyingkirkan batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.

Dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 17:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Berkata Ahlul Ilmi:
“Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikan).”

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikan.

Dan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini. Aamiin…

Jangan takut kehilangan teman saat kita menyerukan kebaikan di kehidupan sehari-hari ataupun di media lain untuk mengajak kembali kepada aturan-Nya.

Jangan takut kehilangan pelanggan saat kita menegakkan nilai islam dalam dunia bisnis

Semoga Allah SWT senantiasa selalu melindungi kita semua di setiap langkap kita. Aamiin

GMB di Desa Seni Taman Mini Indonesia Indah

GMB sudah ada di Desa Seni Taman Mini Indonesia Indah, terima kasih banyak untuk relawan yang sudah merawat mukena bersih  dan wangi , semoga jamaah sholat bisa menjalankan kewajibannya lebih khusuk lagi.

GMB mengajak sekolah negeri, swasta, Madrasah maupun pondok pesantren yang ingin menjadi bagian dari sosialisasi GMB ini di lingkungan nya, bisa menghubungi Sekretariat GMB melalui telpon, WA, SMS ataupun email.

Acara sosialisasi Gerakan Mukena Bersih (GMB) di SDN Cilandak 03 Pagi

Pagi ini (05/05) , Gerakan Mukena Bersih mengadakan acara sosialisasi Gerakan Mukena Bersih di SDN Cilandak 03 pagi, sosialisasi ini sebagai bagian dari GMB mengajak ibu guru dan para orang tua murid menjadi bagian dari kegiatan bersih untuk mukena di tempat ibadah umum.

Sangat antusias sekali, para guru dan orang tua murid untuk ikut menjadi bagian dalam kegiatan pencitraan Islam yang bersih, baik secara fisik maupun lebih jauhnya secara spiritual, meningkatnya nilai ukhuwah Islamiyah / persahabatan umat Islam dalam masyarakat, meningkatnya ‘kebersamaan dalam kebaikan’ dalam hidup bermasyarakat, mengasah sifat amanah, serta memfasilitasi penerapan syari’ah Islam dalam arti yang lebih luas dan sarat makna dalam keseharian.

GMB mengajak sekolah negeri, swasta, Madrasah maupun pondok pesantren yang ingin menjadi bagian dari sosialisasi GMB ini di lingkungan nya, bisa menghubungi Sekretariat GMB melalui telpon, WA, SMS ataupun email.

 

Gerakan Mukena Bersih bersama L.tru dan Ma’na

Program GMB yang bersifat nirlaba dan berbasis relawan ini, didesain sesederhana mungkin sehingga diharapkan dapat menyentuh berbagai kalangan di masyarakat, ini yang menjadi ketertarikan L.tru dan Ma’na mengundang GMB untuk memberikan sosialisasi memperkenalkan , apa itu GMB, sejarah dan bagaimana mengelola mukena bersih di tempat ibadah umum yang di kelola oleh para relawan GMB. Bertempat di Yellow Hotel pada Rabu, 19 April 2017, acara berlangsung dengan santai dan penuh antusias dari yang hadir di acara ini.

Bagi Akhi/Ukhti sekiranya ada hal – hal yang ingin ditanyakan atau ingin menjadi relawan GMB bisa daftarkan diri dengan datang ke sekretariat GMB Jalan Kemang Timur Raya No. 38 Jakarta untuk yang berada Jakarta, dan bila ada yang diluar Jakarta bisa menanyakan melalui wA di 0815 8853 1003