Hal-Hal Yang Dimakruhkan Dalam Shalat

Hal-Hal Yang Dimakruhkan Dalam Shalat

  1. Bermain-main dengan pakaian atau anggota badan tanpa keperluan
    Dari Mu’aiqib ra: Rasulullah SAW berkata kepada orang yang mengusap debu ketika sujud, “Jika engkau melakukannya maka cukup sekali saja”.
    (Shahiih al Bukhari (Fathul Baari) (III/79 no. 1207), Shahiih Muslim (I/388 no. 546(49), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/223 no.934), Sunan at-Tirmidzi (I/235 no.377), Sunan Ibni Majah (I/327 no. 1026), Sunan an-Nasa-I (III/7))
  2. Menguap
    Dari Abu Harairah ra, Nabi SAW bersabda: “Menguap dalam shalat adalah dari syaitan. Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah sebisa mungkin”.
    (Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir (no 3013), Sunan at-Tirmidzi (I/230 no. 368), Shahiih Ibni Khuzaimah (II/61 no. 920))
  3. Mengangkat pandangan ke langit
    Dari Abu Harirah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah orang-orsng berhenti mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdoa dalam shalat atau mata mereka akan tersambar”.
    Mukhtasar Shahiih Muslim (no. 343), Shahiih Muslim (I/321 no. 429), Sunan an-Nasa-I (III/39))
  4. Menoleh tanpa keperluan
    Dari Aisyah ra, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh dalam shalat. Lalu beliau bersabda: “Ia merupakan sebuah curian yang dilakukan syaitan terhadap shalat seorang hamba”.
    (Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir (no. 7047), Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari)(II/234 no. 751), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud)(III/178 no. 897), Sunan an-Nasa-I (II/8)).
  5. Shalat ketika hidangan sudah disajikan atau menahan buang air besar dan kecil
    Dari Aisyah RA, DIA BERKATA “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Tidak (sempurna) shalat ketika hidangan sudah disajikan, dan tidak (sempurna) pula shalat orang menahan buang air besar atau kecil”.
    (Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir (no. 7509), Sahahiih Muslim (I/393 no. 560), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud)(I/160 no. 89)).

Testimoni Relawan GMB: Molto White Musk

Ibu Tuti, 61 tahun

“Saya selalu menggunakan pelembut/pewangi untuk mencuci mukena. Saya menggunakan Molto berbeda-beda karena saya suka mencoba berbagai varian Molto, seperti Molto White Musk, Molto Eau De Parfum atau Molto lainnya. Molto White Musk memiliki kelembutan yang berbeda dengan yang lain. Selain itu Molto White Musk juga lembut di tangan, tangan saya tidak menjadi kasar dan yang penting wanginya tahan lama serta hemat air karena sekali bilas saja.”

 

Ibu Ratu, 44 tahun

“Ya, tentu saja saya menggunakan pelembut/pewangi untuk mencuci pakaian saya. Saya menggunakan Molto White Musk karena pewangi konsentrat yang membuat wanginya tetap tahan lama meski ditaruh di lemari sekalipun. Wanginya memiliki ciri khas, wanginya soft dan membuat pakaian saya lebih halus, enak banget apalagi untuk mukena yang saya pakai setiap hari. Sayangnya saya masih kesulitan bila ingin travelling karena Molto White Musk belum ada yang ukuran travelling.”

 

Mba Mia, 23 tahun

“Saya menggunakan pelembut/pewangi untuk mencuci mukena dan saya memang menyukai Molto yang beraneka varian sehingga suka ganti-ganti. Saya juga menggunakan Molto White Musk disamping untuk mencuci mukena juga untuk mencuci sprei. Molto White Musk wanginya lebih lembut bila dibandingkan dengan yang lain. Rasanya juga lebih hemat ya karena hanya membutuhkan setengah tutup botol. Namun saya suka kesulitan membeli Molto White Musk di minimarket karena biasanya hanya tersedia di supermarket besar ya?”

Ucapan terima kasih pada acara peluncuran paket amanah GMB Ibu & Anak

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT. Terima kasih atas perhatian, dukungan dan kerjasama dalam peluncuran Paket Amanah GMB Ibu & Anak di Jakarta, 12 November 2016. Insyaa Allah ridho Allah SWT senantiasa bersama kita. Aamiin.

molto-ucapan noor-ucapan ucapan-warda

Gerakan Mukena Bersih Ibu dan Anak Diresmikan

Jakarta – Gerakan Mukena Bersih (GMB) untuk Ibu dan Anak diresmikan. Gita saraswati pendiri GMB menjelaskan, ini diluncurkan karena melihat tidak sedikit musholla dan masjid memiliki mukena untuk ibu dan anak.

“Dengan adanya GMB untuk Ibu dan Anak ini, kami berharap program ini terus bergulir. Sehingga setiap tempat Mushollah atau Masjid, terdapat mukena untuk ibu dan anaknya,” kata Gita saat ditemui di acara GMB untuk ibu dan anak, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Masih menurutnya, dengan kegiatan ini, para ibu bisa mencontohkan kepada anak sejak dini nilai – nilai islami. Ketika merawat mukena yang di taruh di Musholla atau Masjid, anak – anak akan melihat.

“Jadi yang ingin coba diterapkan dalam kegiatan di sini, selalu ditekankan ibu itu adalah madrasah bagi anak – anak. Yang paling dekat dengan anak itu ibunya. Jadi igin menciptakan kemesraan antara ibu dan anak itu dengan nilai islami. Agar menjadi aktivitas sehari – hari di rumah. Bagaimana merawat mukena yang bersih untuk ibadah,” tambahnya.

Bergulirnya program GMB ibu dan anak ini memberikan anak pendidikan karakter islami sejak dini. Dengan begitu, masih menurut Gita, gerakan ini akan terus digaungkan dan disosialisasikan.

“Sebanyak – banyaknya dan di kota mana saja. Sebelum diluncurkan program ini juga sudah banyak permintaan dari beberapa kota. kami tidak membatasi. Karena kami berpikir dimana pun berada ini akan bermanfaat,” papar Gita.

Dengan adanya GMB ibu dan anak, diharapkan anak – anak dan ibu tidak lagi sulit menemukan mukena anak – anak dan ibu yang bersih di tempat umum.

“Insyaallah juga masyarakat terinspirasi dengan gerakan serupa. Yang penting adalah pemahamannya kenapa anak – anak terlibat pada kegiatan ini,” ujarnya.

Sumber : inilah.com